Reorder Point: Definisi dan Cara Menghitungnya

Reorder point adalah sebuah stok barang di penyimpanan gudang yang harus ditambah persediannya sebelum kehabisan dengan tujuan untuk meminimalisir terjadinya kehabisan stok.

Lakukanlah perhitungan reorder point dengan benar, maka kamu tidak perlu khawatir lagi akan terjadinya penumpukan stok barang karena sudah order terlalu banyak atau kekecewaan konsumen karena stok habis.

Definisi Reorder Point

Pengertian reorder point adalah stok barang di gudang harus ditambah persediannya agar tidak kehabisan. lalu Kapan waktu terbaik untuk melakukan reorder point atau pemesanan barang kembali?

Saat ini, kebanyakan para bisnis retail yang pemula hanya menggunakan insting atau firasat saja untuk menambah stok produknya. Ketika permintaan produk meningkat maka mereka akan menambah stok yang sangat banyak, begitupun sebaliknya, jika permintaan sedikit maka tidak melakukan reorder point.

Baca juga: Definisi Inventory Management Dan Cara Mengelolanya

Untuk yang sudah berpengalaman dalam berjualan, mereka biasanya menumpuk barang di gudang untuk mengantisipasi adanya high season atau musim tertentu seperti bulan puasa (Ramadhan), lebaran, musim panas, musim hujan ataupun akhir tahun dan tahun baru. Pada prinsipnya, habis atau tidaknya suatu produk itu bukanlah masalah, karena yang terpenting adalah sudah memenuhi kuota penjualan.

Cara Menghitung Reorder Point

Ada tiga hal yang dijadikan sebagai indicator khusus untuk menghitung reorder point, yaitu Lead time, Safety stock dan reorder point (ROP) itu sendiri.

1. Lead Time

Pengertian Lead time adalah jeda waktu yang terjadi antara waktu pemesanan hingga sebuah barang masuk ke gudang kamu. Lead time biasanya berkisar antara beberapa minggu bahkan ada yang beberapa bulan lamanya.

Biasanya tingkat waktu dari Lead time sendiri tergantung pada barang yang dipesan, jumlah dan jarak tempuh pengiriman barang. Semisal kamu menjual T-Shirt polos dan kamu memesan T-Shirt tersebut di daerah yang sangat jauh dari tempat jualan kamu.

Kamu memesan stok ke produsen dan produsen harus membuat T-Shirt yang kamu order itu selama 10 hari. Setelah jadi T-Shirt-nya maka perlu packing selama 1 hari, lalu dikirim ke alamat kamu. Pengiriman butuh waktu 4 hari hingga sampai rumah kamu. Dan kamu perlu waktu 1 hari untuk merapihkan barang yang sampai.

Berdasarkan contoh kasus diatas, maka Lead time kamu adalah:

Diatas menjelaskan bahwa kamu harus mempunyai stok T-Shirt untuk bisa dijual lagi sampai pengiriman yang selanjutnya tiba. Kamu bisa juga melakukan antisipasi demand dari customer kamu. Jangan sampai kehabisan stok barang, nanti pelanggan kecewa.

Untuk menghitung demand ini, dengan mengalikan angka lead time dengan rata-rata penjualan harian kamu. Misalya penjualan harian kamu bisa sampai 10 Pcs T-Shirt perhari, maka Lead time Demand = Lead time x Rata-Rata Penjualan Per Hari, jadi 16 (Lead time) x 10 (Rata-Rata Penjualan Per Hari) = 160.

Artinya, kamu harus menyediakan 160 T-Shirt untuk mengantisipasi pesanan-pesanan pelanggan kamu hingga barang yang dikirim produsen kamu sampai.

2. Safety Stock

Melalui manajemen safety stock, rantai pasokan dapat terus beroperasi sehingga dapat meminimalisir keterlambatan pengiriman barang. Safety stock adalah stok minimum barang yang harus disiapkan untuk mencegah kekurangan barang ketika ada permintaan barang yang tidak pasti.

Safety stock ini diperlukan untuk menentukan tingkat persediaan yang tepat. Jika persediaan terlalu besar, peredaran uang akan berhenti di modal perdagangan. Sebaliknya, jika persediaan terlalu sedikit, perusahaan akan mengalami stock out. Sebagai contoh, kamu mengalami banjir orderan karena melakukan endorse atau beriklan. Ini harus diperhitungkan sebelumnya dengan menerapkan safety stock. Berapa banyak jumlah persediaan yang harus dipersiapkan? Kamu bisa menggunakan rumus ini.

Agar lebih mudah dipahami, kita gunakan asumsi sebagai berikut:

Kamu berhasil menjual T-Shirt sebanyak rata-rata 10 pcs perhari, namun di hari sabtu dan minggu penjualan T-Shirt kamu meningkat menjadi 20 pcs perhari.

Untuk lead time, umumnya pemesanan kamu ke produsen memerlukan waktu 16 hari. Namun karena ekspedisi sedang overload maka pengiriman lambat dan lebih lama menjadi 19 hari secara keseluruhan.

Jika kita menggunakan rumus diatas maka (20 x 19) – (10 x 16) = 220. Jadi 220 adalah safety stock kamu.

20 adalah Penjualan Harian tertinggi

19 adalah Lead time terlama

10 adalah rata-rata penjualan harian

16 adalah rata-rata lead time

3. Reorder Point (ROP)

Dengan dua perhitungan ini (Lead time dan Safety stock), kita bisa memperoleh nilai reorder point (ROP) dengan cara menjumlahkan Lead time dan safety stock. Rumusnya adalah Lead time + Safety stock.

160 (Lead time) + 220 (safety stock) = 380 (Reorder point).

Kesimpulan

Perlunya melakukan reorder point (ROP) untuk manajemen persediaan barang. Namun, yang menjadi masalah utama adalah hal yang tidak terduga seperti bencana dan lain-lain. Jika terjadi hal tersebut yang mewajibkan kamu untuk memperbaharui safety stock, maka kamu harus segera perbaharui.

Jika kamu menggunakan sistem penyimpanan yang baik maka hal tersebut sangat sedikit terjadinya. Bila ada perubahan dalam safety stock ataupun leadtime karena jumlah pesanan atau hal yang tidak di duga maka sistem bisa melakukan perhitungan dari waktu ke waktu secara otomatis.

Gunakan DealPOS untuk sistem penyimpanan kamu, karena DealPOS bisa Menentukan Buffer dan threshold pada setiap produk sehingga ketika stock product sudah ada di bawah buffer, sistem akan memberikan notifikasi, peringatan dan saran sehingga anda dapat menentukan kapan harus melakukan Purchase Order dan mencegah kehabisan stock produk.

DealPOS juga dapat mengelola inventory toko offline dan online secara realtime dalam satu platform. Inventory anda akan tersinkronasi otomatis ketika terjadi penjualan baik di toko maupun marketplace. Anda dapat mencegah terjadi-nya Overselling dan menghemat waktu karena tidak perlu lagi menyesuaikan inventory di masing-masing channel penjualan.

DealPOS adalah Software/Aplikasi kasir online yang dirancang khusus untuk toko Retail yang berkategori Fashion, Minimarket, Electronic, Fresh Food dan Toko Bangunan.

This Post Has 5 Comments

Leave a Reply