7 Tips Ampuh Mengatur Stok Barang di Gudang

Sebagai seorang pebisnis, kamu pasti sudah terbiasa mengelola persediaan barang. Mulai dari mengatur stok hingga mencari cara untuk meminimalkan terjadinya kekurangan stok atau masalah manajemen barang lainnya.

Permasalahan dalam pengaturan persediaan barang memang tak bisa dihindari, sesekali mungkin masih bisa diterima. Namun, jika terjadi terus-menerus, itu berarti ada yang perlu kamu ubah dalam cara mengelola persediaan barang di gudang maupun saluran penjualanmu.

Untukmu, aku telah merangkum beberapa tips ampuh untuk mengatur stok barang. Ingin tahu apa saja? Yuk, simak selengkapnya di artikel ini.

7 Tips Mengatur Stok Barang Secara Efisien

Jika kamu masih mencari cara untuk mengatur stok gudang agar lebih efisien dan mengurangi masalah stok barang, seperti produk yang hilang atau kehabisan stok (overselling) yang dapat membuat pelanggan kecewa.

Tentu kamu tidak ingin konsumen merasa kecewa dengan toko kamu. Oleh karena itu, aku telah merangkum beberapa cara untuk mengatur stok barang. Jadi, simak artikel ini sampai selesai ya.

Baca juga: 10 Aplikasi Stok Barang Terbaik di 2024

1. Menyediakan Tempat Penyimpanan yang Memadai

Pertama, kamu perlu menyediakan tempat penyimpanan yang cukup agar persediaan barang bisa tersusun rapi. Kamu bisa membuat layout rak terlebih dahulu sebelum menempatkan barang, supaya lebih mudah saat mengambilnya ketika ada pesanan.

Bukan hanya untuk bisnis besar yang memiliki gudang, tetapi juga bagi kamu yang tidak memiliki gudang, penting untuk memanfaatkan ruang se-optimal mungkin.

2. Memberi Kode pada Setiap Barang

Salah satu hal yang sering dilupakan oleh pebisnis adalah tidak memberikan kode atau tanda pada setiap produknya. Padahal, dengan memberikan kode pada masing-masing barang, kamu bisa membedakan setiap produk yang dijual.

Terlebih lagi, jika kamu memiliki banyak produk, tentu akan sangat sulit untuk membedakannya. Biasanya, kode yang diberikan pada setiap barang berbentuk nomor batch atau nomor seri, sehingga setiap kode pasti berbeda.

Baca juga: 7 Software Inventory Gudang Terbaik di Indonesia Tahun 2024

3. Melakukan Pencatatan Rutin

Tips selanjutnya dalam mengatur stok barang adalah dengan melakukan pencatatan secara rutin. Sangat penting untuk mencatat persediaan barang, baik saat barang masuk maupun keluar, untuk mengurangi risiko barang yang tidak terhitung.

Kamu bisa meminta karyawan untuk mencatatnya di buku stok barang, sehingga kamu bisa melihat kapan barang masuk atau keluar.

4. Mengelola Stok Barang di semua Channel Penjualan

Ketika ada penjualan di salah satu toko kamu di marketplace, otomatis stok barang kamu berkurang, bukan?

Mau tak mau, kamu harus memperbarui stok di seluruh toko dan melakukan update stok barang secara manual. Jika masih dilakukan secara manual, tentunya ini akan memakan waktu, karena kamu harus memantau status stoknya.

Selain itu, apakah data stok di marketplace sudah sesuai dengan data terbaru dari gudang? Oleh karena itu, kamu memerlukan fitur sinkronisasi stok.

Fitur ini akan membantu kamu menyesuaikan data stok barang di marketplace dengan kondisi persediaannya. Saat ada barang terjual di salah satu toko marketplace, stok di semua marketplace akan otomatis berkurang sesuai dengan stok terbaru. Jadi, kamu tidak perlu repot-repot mengubah persediaan barang di setiap marketplace secara manual lagi.

5. Menentukan Jumlah Minimum Persediaan Barang

Cara berikutnya untuk mengatur persediaan barang agar tidak terjadi kehabisan stok adalah dengan menetapkan jumlah minimum stok barang.

Dengan begitu, kamu bisa mengelola persediaan barang lebih optimal dan menghindari kejadian stok barang habis tiba-tiba. Terutama jika kamu memiliki barang best seller yang penjualannya tinggi, sangat penting untuk menentukan batas minimum stok barang.

“Namun, tidak mungkin kita harus mengeceknya setiap hari.”

Tenang saja, kamu tidak perlu mengawasi atau memeriksa stok barang setiap hari, cukup gunakan platform omnichannel. Di aplikasi tersebut, kamu dapat memanfaatkan fitur batas minimum yang akan memberitahu kamu ketika stok barang hampir habis.

6. Menentukan Perkiraan Waktu Kehabisan Barang

Selain menentukan jumlah batas minimum stok barang, sebaiknya kamu juga membuat proyeksi kapan perkiraan barang akan habis.

Dengan cara ini, kamu bisa melakukan restock barang sebelum stok habis sehingga terhindar dari masalah overselling. Caranya, buatlah daftar stok barang dan hitung rata-rata penjualan harian.

Kemudian, hitung persediaan barang yang tersedia. Dari situ, kamu bisa memperkirakan kapan produk akan habis dan melakukan restock sebelum itu terjadi.

7. Melakukan Stock Opname Barang

Terakhir, untuk menjaga agar stok barang kamu lebih terkontrol, lakukan stock opname. Tujuannya adalah untuk mencocokkan catatan persediaan barang dengan barang fisik yang ada.

Dengan stock opname, kamu bisa melihat apakah jumlah stok barang sesuai dengan catatan dan kondisi fisiknya. Hal ini penting karena seringkali ada barang yang hilang, rusak, atau dipindahkan tanpa pemberitahuan. Dari informasi stok tersebut, kamu bisa mengetahui jumlah barang yang rusak atau hilang.

Baca juga: 10 Rekomendasi Aplikasi Inventory Gudang Untuk Stok Opname

Mengendalikan Persediaan Barang dengan Bantuan Aplikasi

Daripada melakukan pengecekan stok barang secara manual, yang membutuhkan pengawasan dan kontrol yang konstan, sekarang kamu bisa dengan mudah mengatur persediaan barang menggunakan perangkat lunak manajemen stok.

Nantinya, aplikasi inventory akan membantu kamu dalam pengaturan stok barang dan biasanya menyediakan semua fitur yang lengkap, seperti yang tersedia dalam DealPOS.

DealPOS menyediakan berbagai fitur inventory, seperti sinkronisasi stok barang, batas minimum stok, stok cadangan, dan berbagai fitur lainnya. Selain itu, DealPOS terintegrasi dengan semua saluran penjualan kamu, termasuk marketplace dan webstore.

Selain itu, kamu juga dapat menjalankan bisnis secara offline dan online secara bersamaan dengan DealPOS. Penasaran betapa mudahnya mengelola bisnis dengan DealPOS? Langsung klik ini aja.

DealPOS

DealPOS adalah Aplikasi Kasir Online yang dirancang khusus untuk bisnis retail yang berkategori Fashion,  MinimarketElectronic, Fresh Food dan Toko Bangunan.

Dengan DealPOS, kamu dapat mengelola inventory toko online dan offline secara realtime dalam satu platform. Kamu juga bisa berjualan secara omnichannel (offline dan online), karena DealPOS terintegrasi dengan Marketplace (Shopee, Tokopedia, Tiktok Shop, Lazada) dan Webstore Instant (Woocommerce).

dealpos blog trial indonesia

This Post Has 2 Comments

Leave a Reply