Label Barcode: Jenis dan Ukuran Untuk Toko Retail

Perlu kita ketahui bahwa Label Barcode terlihat seperti biasa saja, namun sebenarnya dibutuhkan jenis bahan tertentu agar label tersebut dapat di cetak menggunakan printer barcode dan dapat di tempel pada sebuah kemasan atau produk. Pemilihan Material untuk Label Barcode sangat tergantung oleh kebutuhan atau kegunaannya tersendiri, semisal untuk produk-produk retail seperti fashion ataupun minimarket, pastinya menggunakan bahan yang awet agar tidak mudah rusak ataupun  pudar, umumnya menggunakan Kertas Vallum TTL. Sedangkan untuk ekspedisi sering menggunakan Thermal Label.

Baca juga: Cara Mudah Membuat Barcode Untuk Toko Retail

  1. Jenis Label Barcode
  2. Ukuran Label
  3. Macam-Macam Jenis Kode Barcode
  4. Cara Membaca Barcode
  5. Kode Barcode
  6. Standarisasi Ukuran Label Barcode Untuk Toko Retail

Jenis Label Barcode

Tentunya ada banyak jenis label yang digunakan oleh masing-masing pengusaha dan mempunyai kegunaan nya tersendiri. Mulai dari material atau bahan yang awet (kuat) sampai dengan yang biasa saja. Jenis Label Barcode dapat dibedakan tipe atau karakteristik bahan pembuat label itu sendiri, yaitu:

Semi Coat

Label Semi Coat ini permukaannya lebih mengkilat. Semi Coat merupakan Label Barcode dengan Karakterisktik yang mempunyai Lapisan (coat) pada lapisan stiker paling atas. Lapisan tersebut berfungsi untuk menutup pori-pori  pada kertas stiker agar poada saat mencetak barcode tersebut, unsur carbon ribbon dapat tercetak dengan sempurna. Label Barcode Semi Coat bisa dibilangan dengan Label yang paling ekonomis karena harnya yang lumayan terjangkau di banding Label Barcode Lainnya. Label ini biasa di gunakan untuk Supermarket, Minimarket, Industri Manufaktur dan Rumah Sakit.

Vallum TTL

Vallum TTL merupakan label barcode dengan karakteristik yang tidak disertai lapisan pada bagian atas dari Stiker. Hal ini menyebabkan Label Barcode ini terlihat lebih putih dan bersih dibandingkan dengan Semi Coat. Hasil cetak dengan menggunakan label barcode Vallum ini merekat lebih kuat dibandingkan dengan hasil cetak dengan menggunakan Semi Coat, karena unsur ribbon yang menempel di label diserap oleh label secara sempurna karena pori-pori label tidak tertutup oleh lapisan. Umumnya jenis Label ini lebih sering digunakan oleh Retail Fashion atau Clothing Brand dan Minimarket.

Thermal Label

Thermal Label sendiri adalah label yang biasa kita jumpai saat tengah menimbang suatu barang dan ada label yang ditempelkan untuk hasil timbangan. Label ini memiliki karakteristik kertas yang tidak memiliki lapisan pada bagian paling atas permukaan labelnya. Toko Buah dan Daging lebih sering menggunakan Thermal Label ini berserta ekspedisi (pengiriman).

Yufo Label

Yufo Label adalah label barcode dengan karakteristik tahan air, tahan panas, dan anti sobek. Label ini cocok digunakan untuk penggunaan di luar ruangan (terkena terik matahari, air hujan dan udara terbuka). Label ini cenderung seperti bahan stiker hologram tetapi tidak mengkilat. Hasil cetak pada label barcode tipe Yufo ini tidak akan hilang meskipun kita gosok dengan kuat.

Ukuran Label

Ada berbagai macam Ukuran Label dari yang ukuran kecil sampai dengan ukuran yang besar. Fungsi dari Ukuran label untuk mempermudah Scanner membaca barcode pada label tersebut. Semakin besar semakin mudah terbaca oleh mesin Scanner. Berikut adalah ukuran-ukuran Label Barcode:

  • 26 mm x 15 mm
  • 33 mm x 15 mm
  • 33 mm x 25 mm
  • 48 mm x 33 mm
  • 60 mm x 30 mm
  • 76 mm x 35 mm
  • 100 mm x 50 mm

Macam-Macam Jenis Kode Barcode

  1. (UPC) Uniform Product Code: untuk checkout penjualan, persediaan, dan sebagainya pada toko retail.
  2. Code 39 (Code 3 of 9): identifikasi, inventarisasi, dan pengiriman pelacakan.
  3. POSTNET: kode pos encoding di US mail.
  4. (EAN) European Article Number: sebuah superset dari UPC yang memungkinkan digit ekstra untuk identifikasi negara.
  5. (JAN) Japanese Article Number: serupa dengan EAN, digunakan dijepang.
  6. Bookland: berdasarkan nomor ISBN dan digunakan pada sampul buku.
  7. ISSN barcode: berdasarkan nomor ISSN, digunakan pada majalah di luar AS.
  8. Code 128: digunakan dalam preferensi untuk Code 39 karena lebih kompak.
  9. Interleaved 2of 5: digunakan dalam industri pelayaran dan Gudang.
  10. Codabar: digunakan oleh Federal Express, di perpustakaan dan bank darah.
  11. (MICR) Magnetic Ink Character Recognition: sebuah font khusus yang digunakan untuk nomor dibagian bawah cek bank.
  12. OCR-A: format pengenalan karakter optik yang digunakan pada sampul buku, untuk nomor ISBN agar bisa dibaca oleh manusia.
  13. OCR-B: digunakan untuk mempermudah pembacaan barcode versi UPS, EAN,JAN, Bookland, ISSN, dan Code 39.
  14. Maxicode: digunakan oleh United Parcel Service.
  15. PDF417: suatu jenis barcode 2-D baru yang dapat encode sampai 1108 byte informasi, dapat terkompresi seperti pada sebuah portable file data (PDF).

Cara Membaca Barcode

  1. Barcode terdiri dari garis hitam dan putih. Ruang putih di antara garis-garis hitam adalah bagian dari kode.
  2. Ada perbedaan ketebalan garis. Garis paling tipis = “1”, yang sedang = “2”, yang lebih tebal = “3”, dan yang paling tebal = “4”.
  3. Setiap digit angka terbentuk dari urutan empat angka. 0 = 3211; 1 = 2221; 2 = 2122; 3 = 1411; 4 = 1132; 5 = 1231; 6 = 1114; 7 = 1312; 8 = 1213; 9 = 3112.

Ternyata ada cara praktis untuk menerjemahkan barcode, kamu bisa menggunakan barcode decoder dari zxing. Cukup upload gambar barcode yang telah kamu buat , jika kamu belum mengetahu cara membuat barcode. kamu bisa mengunjungi artikel kami: Cara Mudah Membuat Barcode Untuk Toko Retail setelah kamu buat, kamu bisa upload ke Barcode Decoder dari zxing.

Kode Barcode

Barcode atau kode baris yang muncul pada barang yang diproduksi mengikuti aturan internasional yang ditetapkan. Kita mengenal EAN (European Article Number) yang memberikan informasi sistem pengkodean. Barcode aturan yang ditetapkan terdiri dari 13 digit, yaitu kode negara, kode perusahaan, kode produk, dan cek digit. Indonesia memiliki kode awal 899. Artinya barang buatan Indonesia atau diproduksi di Indonesia akan diawali dengan kode ini. Kode ini dipakai untuk kepentingan perdagangan internasional.

Negara asal sebuah produk bisa dengan mudah kita kenali dari barcode-nya. Misalnya, barcode dengan awalan 690, 691 atau 692 adalah made in China. Sedangkan barcode dengan awalan 899 adalah made in Indonesia. Berikut ini adalah kode-kode negara yang digunakan pada barcode:

  • 00-13: USA & Canada
  • 20-29: In-Store Functions
  • 30-37: France
  • 40-44: Germany
  • 45: Japan (also 49)
  • 46: Russian Federation
  • 471: Taiwan
  • 474: Estonia
  • 475: Latvia
  • 477: Lithuania
  • 479: Sri Lanka
  • 480: Philippines
  • 482: Ukraine
  • 484: Moldova
  • 485: Armenia
  • 486: Georgia
  • 487: Kazakhstan
  • 489: Hong Kong
  • 49: Japan (JAN-13)
  • 50: United Kingdom
  • 520: Greece
  • 528: Lebanon
  • 529: Cyprus
  • 531: Macedonia
  • 535: Malta
  • 539: Ireland
  • 54: Belgium & Luxembourg
  • 560: Portugal
  • 569: Iceland
  • 57: Denmark
  • 590: Poland
  • 594: Romania
  • 599: Hungary
  • 600 & 601: South Africa
  • 609: Mauritius
  • 611: Morocco
  • 613: Algeria
  • 619: Tunisia
  • 622: Egypt
  • 625: Jordan
  • 626: Iran
  • 64: Finland
  • 690-692: China
  • 70: Norway
  • 729: Israel
  • 73: Sweden
  • 740: Guatemala
  • 741: El Salvador
  • 742: Honduras
  • 743: Nicaragua
  • 744: Costa Rica
  • 746: Dominican Republic
  • 750: Mexico
  • 759: Venezuela
  • 76: Switzerland
  • 770: Colombia
  • 773: Uruguay
  • 775: Peru
  • 777: Bolivia
  • 779: Argentina
  • 780: Chile
  • 784: Paraguay
  • 785: Peru
  • 786: Ecuador
  • 789: Brazil
  • 80 – 83: Italy
  • 84: Spain
  • 850: Cuba
  • 858: Slovakia
  • 859: Czech Republic
  • 860: Yugoslavia
  • 869: Turkey
  • 87: Netherlands
  • 880: South Korea
  • 885: Thailand
  • 888: Singapore
  • 890: India
  • 893: Vietnam
  • 899: Indonesia
  • 90 & 91: Austria
  • 93: Australia
  • 94: New Zealand
  • 955: Malaysia
  • 977: International Standard Serial Number for Periodicals (ISSN)
  • 978: International Standard Book Numbering (ISBN)
  • 979: International Standard Music Number (ISMN)
  • 980: Refund receipts
  • 981 & 982: Common Currency Coupons
  • 99: Coupons

Standarisasi Ukuran Label Barcode Untuk Toko Retail

Saat menentukan label barcode, tentu sudah pasti ada standarnya. Kamu bisa saja sedikit kesusahan bila label yang kamu beli tidak sesuai dengan cetakan yang kamu mau. Adapun beberapa standard ukuran cap ini yakni dimulai dari yang paling kecil sampai ke yang paling besar. Beberapa ukuran yang dapat didapat itu seperti 26 mm x 15 mm, ukuran 33 mm x 15 mm, ukuran 33 mm x 25 mm.

Disamping itu kaamu bisa juga pilih ukuran yang semakin besar untuk beberapa barang seperti ukuran 48 mm x 33 mm, ukuran 60 mm x 30 mm, ukuran 76 mm x 35 mm. Ukuran yang lain yang dapat diputuskan yakni ukuran 100 mm x 50 mm. Yakinkan bila kamu beli ukuran yang pas hingga dapat berperan dengan optimal.

Jika Kamu mempunyai toko fashion atau clothing brand, tentunya kamu bisa menggunakan barcode yang ukuran 33 mm x 15 mm untuk penempatan di Hag Tag. Ukuran tersebut bisa juga untuk kamu yang mempunyai usaha atau toko Minimarket, di tempelkan pada belakang kemasan Produk.

Jika kamu mempunyai Usaha dalam bidang Toko Buah ataupun Toko Daging, kamu bisa menggunakan Label yang ukuran 100 mm x 50 mm. Ukuran tersebut juga bisa digunakan untuk kamu yang mempunyai usaha Ekspedisi atau pengiriman barang.

Leave a Reply