Trend 2022 Untuk Bisnis Retail

Trend 2022 untuk Bisnis Ritel merupakan hal yang sangat diperhatikan bagi pelaku usaha yang berkecimpung dalam Industri Ritel. Industri Ritel masih menjadi salah lagi usaha yang menjadi rantai pasokan yang besar terhadap masyarakat. Hal ini karena bisnis retail memenuhi Sebagian besar kebutuhan masyarakat sehari-hari. Dapat disimpulkan bahwa industri atau bisnis retail berkontribusi besar terhadap perekenomian Dunia, termasuk Indonesia.

Sebagai pelaku usaha Retail, penting untuk mengetahui bagaimana perkembangan Industri retail di tahun 2022. Karena di tahun ini seluruh dunia masih dalam tahap pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi covid-19 yang berlangsung selama 2 tahun.

Bisnis Retail tak hanya diperusahaan besar saja, namun pelaku usaha retail kecil pun sudah banyak saat ini. Hal ini patut diperhatikan tentang trend yang berlansung di tahun 2022 ini untuk Industri retail. Kami sebagai penyedia Aplikasi Kasir Online Untuk Bisnis Retail merangkum sebuah informasi seputar tren bisnis retail di tahun 2022.

Baca Juga: Mengenal Bisnis Retail: Arti dan Klasifikasinya

Retail Omnichannel Semakin Berkembang

Di Era yang serba digital ini, banyak para pelaku bisnis retail yang melihat peluang baru. Tidak hanya berjualan secara offline saja namun berjualan secara online juga. Mulai dari media sosial sampai ke berbagai platform marketplace yang ada. Selain proses transaksi yang lebih cepat dan mudah, pendapatan pun bertambah karena merambah ke Online. Inilah mengapa Retail Omnichannel diprediksi akan berkembang di tahun 2022.

Dibalik pendapatan bertambah, Omnichannel juga memiliki resiko tinggi karena berhubungan dengan pengelolaan stock, pengemasan, hingga pengiriman. Perlu diperhatikan dengan baik, dengan begitu kamu bisa mengelola bisnis offline dan online lebih mudah.

Gunakan DealPOS untuk mengatur pengelolaan Inventory atau stock kamu. Kelola Toko Offline dan Online kamu dalam satu Platform. Karena DealPOS sudah terintegrasi dengan Marketplace, jadi kamu bisa berjualan secara Omnichannel dengan Inventory terpusat.

Review dan Pengalaman Customer

Tantangan yang dihadapi Industri Retail saat ini adalah mengidentifikasi waktu dan channel yang tepat untuk terlibat langsung dengan customer. Menurut studi Hot Retail Trends 2022 dalam www.globaltrademag.com, 44% profesional Marketing mengatakan bahwa review dan pengalaman Customer adalah aspek terpenting yang perlu dipertimbangkan dalam strategi mereka. Di bawah premis ini, ritel sedang mengembangkan strategi multi-touch seperti ROPO (Research Online dan Purchase Offline) sehingga konsumen dapat memiliki alternatif dan titik konversi yang berbeda saat berbelanja, baik di web, di e-commerce, atau di toko offline.

Penggunaan Teknologi Untuk Store yang Inovatif

Selanjutnya adalah penggunaan teknologi untuk toko yang lebih Inovatif, baru-baru ini ada yang popular dengan adanya Manekin Digital yang mempelajari tentang produk favourite customer, toko swalayan tanpa kasir dan aplikasi inventory terpusat yang memverifikasi ketersediaan produk.

Menurut Perez dalam www.globaltrademag.com “Dengan penggabungan teknologi terobosan (augmented reality, kecerdasan buatan, dll) selama proses penjualan, kita akan melihat toko yang semakin otonom yang memungkinkan konsumen untuk menemukan apa yang mereka cari hampir seketika, menerima perhatian langsung yang mereka butuhkan, mencobanya sebelum membelinya dan juga (mengapa tidak) membayarnya dengan cepat, membuat pembelian sederhana pengalaman merek multi-sensorik”.

Beberapa perusahaan retail seperti Walmart dan Carrefour sudah terjun ke cara baru, lebih banyak berinteraksi dengan pelanggan untuk bersaing dengan para raksasa e-commerce.

Social E-Commerce & Live Streaming

Majalah Forbes menyebutkan bahwa trend bisnis retail 2022 Social E-Commerce dan berjualan secara live menjadi trend industry retail di tahun 2022.

“2022 adalah tahun di mana kita akan melihat model perdagangan sosial — perdagangan yang tertanam yang memenuhi konsumen di mana mereka berada dan tidak mengganggu pengalaman mereka — menyebar ke lebih banyak platform dan lebih banyak industri,” kata Amir Kabbara, Direktur Produk untuk Shopify.

Baca juga: Social Commerce: Trend Belanja Online Di Media Social

Tahun 2021 membuat rekor berbelanja secara online, belanja sosial, area e-commerce yang paling cepat berkembang, akan membentuk bagaimana dan di mana kita berbelanja pada tahun 2022.  Kabbara mengharapkan untuk melihat “platform apa pun dengan audiens” mulai memonetisasi platform itu melalui “konten perdagangan atau penjualan”.

Untuk saat ini konten utama berjualan adalah streaming langsung, kemampuan untuk langsung membeli produk unggulan pada video streaming langsung.  Shopify, yang telah bermitra dengan TikTok untuk memungkinkan pedagang menjual secara langsung, percaya bahwa tren ini akan menunjukkan pertumbuhan besar selama 12 bulan ke depan.

Baca juga: Live Shopping: Tren Jualan Terlaris Di E-Commerce

“Live Streaming sudah menjadi pasar yang berkembang pesat, diproyeksikan mencapai hampir $ 224 miliar USD pada tahun 2028. Dari Agustus hingga Oktober 2021, kami telah melihat instalasi untuk aplikasi liveselling meningkat sebesar 40% dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya, “jelas Kabbara.  Dia mengutip teknologi bukan hanya saluran penjualan, tetapi “cara yang sangat berguna bagi merek untuk terhubung dengan konsumen” sebagai “tempat belanja dan hiburan”.

Itulah yang kami rangkum tentang trend bisnis retail di tahun 2022. Berjualan secara Omnichannel memang saat ini sangat banyak sekali karena memanfaatkan teknologi yang berkembang pesat dan menambah pundi-pindi omset.

Gunakan DealPOS untuk berjualan Secara Omnichannel. Gunakan Trial Gratis Disini


Keyword search : Aplikasi toko baju, Software minimarket, Aplikasi toko buah dan daging, Aplikasi toko bangunan, aplikasi toko elektronik, trend bisnis retail 2022

Leave a Reply