
Meskipun ilmu psikologi memiliki cakupan yang sangat luas, ia juga memiliki aplikasi yang relevan dalam domain perdagangan yang melibatkan penentuan harga, yang dikenal sebagai harga psikologis. Harga psikologis adalah strategi penetapan harga yang didasarkan pada teori bahwa harga tertentu dapat memiliki dampak psikologis pada individu.
Banyak yang mengetahui bahwa harga psikologis menjadi salah satu taktik yang digunakan oleh para pengusaha untuk menjual produk mereka dengan memanfaatkan aspek bawah sadar manusia. Salah satu metode yang sering digunakan adalah menetapkan harga dengan angka ganjil.
Penjual biasanya menggunakan angka ganjil karena hal ini menciptakan persepsi bagi pembeli bahwa harga tersebut lebih murah. Ini karena pikiran bawah sadar manusia cenderung mengasosiasikan harga ganjil dengan harga yang lebih terjangkau daripada harga genap.
Selain itu, penting untuk memahami teknik dan contoh penerapan harga psikologis dalam usaha kamu.
Apa yang Dimaksud Dengan Harga Psikologi?
Psychological Pricing, atau harga psikologis adalah strategi penetapan harga yang bertujuan untuk memengaruhi perilaku konsumen melalui aspek psikologis.
Secara umum, pelanggan akan melakukan pembelian setelah membandingkan harga produk dan menemukan opsi dengan harga lebih rendah di satu toko.
Contoh Harga Psikologis
Ada 3 contoh harga psikologis yang dapat kamu terapkan untuk bisnis.
1. Charm Pricing
Charm pricing adalah taktik penetapan harga psikologis yang melibatkan penggunaan angka “9” atau “999” dalam menentukan harga produk. Dengan metode ini, harga produk diturunkan sebesar Rp 1,- hingga Rp 3,- sehingga angka di belakangnya mengandung angka “999”.
Sebagai contoh, jika harga produk awalnya Rp. 100.000 dan kemudian diubah menjadi Rp. 99.999, ini akan membuat konsumen secara bawah sadar berpikir bahwa harga belum mencapai 100.000.
Keuntungan dari menerapkan strategi charm pricing adalah bahwa ini memudahkan kamu untuk menarik pelanggan baru dan pelanggan lama, sehingga mereka lebih cenderung memilih toko kamu setelah mengetahui harga produk. Bahkan mungkin mereka akan membandingkan harga produk kamu dengan yang lebih murah di tempat lain..
2. Buy 1 Get 1
Mungkin ini adalah salah satu metode klasik yang sudah banyak digunakan oleh pengusaha, yaitu ketika konsumen membeli satu produk, mereka akan menerima satu produk lagi secara gratis.
Namun, sekarang ada variasi konsep dari teknik buy 1 get 1, seperti misalnya dengan membeli satu produk, konsumen dapat menikmati diskon 30% untuk pembelian produk berikutnya, atau membeli satu produk akan memberikan voucher senilai 50.000 untuk pembelian selanjutnya.
3. Harga Coret
Jika kamu menggunakan teknik ini, kamu bisa menghapus harga barang lama dengan mencoretnya lalu diiringin dengan harga baru yang lebih murah sehingga dapat menarik perhatian konsumen.
Dengan efek perbedaan harga dapat memperkuat untuk mempengaruhi orang secara psikologis, maka dari itu kamu dapat menegaskannya dengan visual misalnya dengan ukuran font, warna yang digunakan.
Bisa juga dengan menggunakan warna dan font yang ceria pada harga baru sedangkan harga lama dibuat lebih gelap.
DealPOS
DealPOS adalah Aplikasi Kasir Online yang dirancang khusus untuk bisnis retail yang berkategori Fashion, Minimarket, Electronic, Fresh Food dan Toko Bangunan.
Dengan DealPOS, kamu dapat mengelola inventory toko online dan offline secara realtime dalam satu platform. Kamu juga bisa berjualan secara omnichannel (offline dan online), karena DealPOS terintegrasi dengan Marketplace (Shopee, Tokopedia, Tiktok Shop, Lazada) dan Webstore Instant (Woocommerce).


